LPSK Bakal Periksa Kondisi Psikologi

LPSK Bakal Periksa Kondisi Psikologi Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo

LPSK Bakal Periksa Kondisi Psikologi, JAKARTA – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) akan senantiasa memeriksa

Baca juga: Mudah Memasak Bakso Daging Ayam

keadaan psikologis istri Irjen Pol Ferdy Sambo yaitu Putri Candrawathi meski pihak keluarga udah punyai tim psikolog sendiri.

Bahkan tim psikolog berikut udah mampir ke LPSK dengan tim kuasa hukum Putri Candrawathi terhadap Senin (1/8/2022) kemarin.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu menjelaskan pihaknya akan mengacu terhadap Undang-undang tentang dengan perolehan assessment bantuan kepada tiap tiap pemohon.

Adapun caranya yaitu dengan melakukan pemeriksan assessment psikologis secara langsung kepada yang bersangkutan.

“Jadi kita senantiasa berharap untuk bertemu langsung, melakukan pemeriksaan langsung secara psikologis kepada ibu Putri,”

kata Edwin sementara di lakukan konfirmasi awak media, Selasa (2/8/2022). Dan itu udah di sepakati dan tinggal LPSK memilih waktunya

untuk di laksanakan pemeriksaan terhadap ibu Putri,” sambungnya. Atas hal itu Edwin menegaskan, pihaknya akan mendapati hasil psikologis

dari Putri Candrawathi secara independen tanpa harus menyita hasil dari pihak lain dalam hal ini tim psikolog yang udah di siapkan oleh pihak keluarga.

Sebab kata dia, sejauh ini psikolog dari keluarga Putri udah memberi tambahan tawaran kepada LPSK untuk sanggup mengfungsikan

hasil pemeriksaannya sebagai bahan bantuan assessment bantuan kepada Putri. Akan tapi LPSK kata Edwin akan senantiasa berharap

kepada tim kuasa hukum dan keluarga untuk sanggup bertemu dan memeriksa langsung keadaan psikologis yang bersangkutan.

Satu syarat keinginan itu kan kita harus memeriksa polisi,

pemeriksaan psikologi dari pemohon menjadi kita tidak sanggup mengacu terhadap hasil pemeriksaan yang di laksanakan pihak lain,” tukas Edwin.

Mengingat udah dua kali panggilan Putri Candrawathi urung datang merintis pemeriksaan assessment psikologis maka Edwin menyatakan,

pihaknya akan lagi menjadwalkan ulang. Adapun jadwalnya akan di laksanakan terhadap pekan ini atau paling lambat pekan depan.

Hanya saja Edwin enggan menjelaskan hari dan tanggal tentu pemeriksaan berikut dengan alasan merawat privasi pemohon.

Psikolog Tim Putri Candrawathi

Sebelumnya, Psikolog klinis Ratih Ibrahim turut datang dalam pemeriksaan yang di laksanakan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

atas persoalan baku tembak yang menewaskan Brigadir J di rumah dinas Irjen pol Ferdy Sambo. Dalam keterangannya,

Ratih yang merupakan dokter yang memeriksa keadaan psikologis dari istri Irjen pol Ferdy Sambo yaitu Putri Candrawati membeberkan keadaan terkini Putri.

Kata Ratih, sementara ini keadaan Putri Candrawati tetap tidak stabil dan tetap terguncang.

“Kondisinya (Bu Putri) tetap shock,” kata Ratih sementara di temui awak tempat usai pemeriksaan di kantor LPSK, Jakarta Timur, Senin (1/8/2022).

Tak cuma itu, Ratih terhitung menyatakan terkecuali sampai sementara ini Putri Candrawati tetap belum sanggup bertemu dengan orang lain.

Hal itu yang menjadi keliru satu dasar Putri tidak sanggup datang dalam panggilan pemeriksaan ke-2 di LPSK.

“Belum bisa, belum sanggup bertemu orang dulu,” tukas dia.

Di ketahui, Kuasa Hukum istri Irjen pol Ferdy Sambo, Putri Candrawati yaitu Arman Hanis memenuhi panggilan pemeriksaan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Senin (1/8/2022). Kendati begitu, Putri Candrawathi yang merupakan pemohon

dalam persoalan ini tidak turut datang memenuhi panggilan pemeriksaan ini. Arman membeberkan alasan kliennya tidak sanggup hadir.

Kata dia, keadaan Putri sementara ini tetap tidak stabil agar tidak amat mungkin untuk mampir ke LPSK.

“Berdasarkan hasil komunikasi atau konsultasi kita dengan psikolog, makanya kita berharap psikolog datang untuk menjelaskan keadaan klien kita

yang sementara ini tetap dalam terguncang dan trauma berat,” kata Arman sementara di temui awak tempat usai memberi tambahan keterangan di LPSK, Senin (1/8/2022).

Kedatangan Arman dengan tim ini terhitung turut di dampingi oleh tim psikolog yang merupakan pihak yang memeriksa keadaan Putri pasca perihal baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Para psikolog itu kata Arman turut memberi tambahan penjelasan tentang keadaan terkini dari Putri kepada pihak LPSK.

Hanya saja dia tidak memberi tambahan secara rinci pengakuan apa saja yang dibeberkan oleh tim psikolog.
Kami terhitung secara gak sanggup menjelaskan gara-gara kita bukan ahlinya untuk memandang keadaan klien kami, agar psikolog udah menjelaskan,” ucap dia.

Dirinya cuma memastikan bahwa dalam laporan keinginan bantuan ini, kliennya di anggap merupakan korban tindak kekerasan seksual.

Atas hal itu, pihaknya tetap akan menanti dan ikuti proses yang tengah berlangsung di LPSK.

“Perlu aku tegaskan klien kita adalah korban dugaan tindak pidana kekerasan seksual,” tukas Arman.

Baca juga: Tumis pedas paya muda