Resmi Menikah, Pria ini Malah Malu-Malu Kucing Bersalaman dengan Istri, Emak Auto Turun Tangan

Biasanya, seorang pengantin wanita malu untuk menghadap calon suaminya saat acara pernikahan dilangsungkan.

Namun, tidak sama dengan moment yang terjadi kali ini. Sebaliknya, seorang pria lah yang malu hendak bersalaman dengan mempelai wanitanya.

Momen itu terabadikan dan menjadi viral usai diunggah oleh akun @kashfiakif1 di jejaring fasilitas sosial TikTok.

Resmi Jadi Pasutri

Baca Juga:
Sudah Kenal Sejak 2019, Pria Ini Nangis Kejer Ngadu ke Emak Diputus Pacar: Aku Lo Serius

Rekaman video itu membuktikan acara ijab kabul yang membuktikan ke dua insan pria wanita itu sah sebagai suami istri.

Pengantin baru itu pun duduk di singgasana yang di sajikan di dalam acara pernikahan mereka.

Keduanya tampak ceria dengan kenakan baju serba putih. Namun, perihal yang menarik perhatian adalah tingkah laku si mempelai pria.

Pria itu nampak memadai tidak nyaman saat duduk, lebih-lebih saking tampak tak nyamannya itu sang ibunda kudu menenangkannya.

“Malu banget sampai emak pergi panggung memaksa haha,” tulis akun di caption unggahannya layaknya dikutip Beritahits.id, Rabu (02/03/2022).

Akan tetapi, mempelai pria itu jadi justru makin lama gugup sampai tangannya nampak bergetar ketar-ketir saat memasangkan gelang di tangan istrinya itu.

Momen aksi pengantin pria itu lantas mencuri perhatian warganet dan menjadi viral.

Mereka termasuk memuji sang mempelai pria dikarenakan amat patuh dengan agama sampai malu bersentuhan dengan wanita yang baru saja dinikahinya itu.

“Wah masyaAllah, hamba iri, ya Allah sisakan satu laki-laki layaknya ini buat hamba,” tulis waragnet.

“Ya Allah indahnya, cuma satu dari satu juta ini,” kata salah satu warganet.

“MasyaAllah, yang kayak gini satu dong ya Allah,” imbuh warganet yang lain.

“Sungguh senang sekali memperoleh lelaki layaknya ini,” komentar yang lain.

“Beruntung sekali memperoleh laki-laki layaknya itu,” timpal lainnya.

Tak cuma itu, banyak dari mereka yang mendoakan pasangan itu untuk langgeng di dalam menekuni interaksi tersebut.